Info Zonaku

Info Zonaku

Jelaskan perbedaan pokok sistem biaya pesanan dan sistem biaya proses, elemen-elemen pengendalian internal, Jurnal

pengantar akuntansi

Table of Contents

Akuntansi adalah bahasa bisnis yang penting dalam memahami dan mengelola keuangan perusahaan. Salah satu konsep utama dalam akuntansi adalah sistem biaya, yang merupakan kerangka kerja penting untuk menghitung, mengendalikan, dan menganalisis biaya yang terkait dengan operasi bisnis. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang sistem biaya dalam konteks akuntansi, menjelaskan pentingnya sistem biaya, jenis-jenisnya, dan bagaimana penerapannya dapat memberikan wawasan berharga bagi perusahaan.

1. Perbedaan Pokok Sistem Biaya Pesanan dan Sistem Biaya Proses:

Sistem Biaya Pesanan:

  • Digunakan untuk perusahaan yang menghasilkan produk yang unik atau berbeda-beda dalam setiap pesanannya.
  • Biaya produksi dikaitkan langsung dengan setiap pesanan khusus yang diterima.
  • Biaya produksi diakumulasikan secara terpisah untuk setiap pesanan.
  • Cocok untuk industri yang memproduksi produk khusus, seperti perusahaan jasa konstruksi, perusahaan permesinan khusus, atau perusahaan penerbitan buku.

Sistem Biaya Proses:

  • Digunakan untuk perusahaan yang menghasilkan produk dalam jumlah besar dan berkelanjutan.
  • Biaya produksi dibagi rata ke dalam unit-unit produksi yang dihasilkan selama periode tertentu.
  • Biaya produksi diakumulasikan untuk setiap proses produksi yang terjadi dalam perusahaan.
  • Cocok untuk industri manufaktur, seperti pabrik mobil, pabrik elektronik, atau pabrik makanan.

Perbedaan utama antara kedua sistem tersebut terletak pada cara pengakumulasian dan penghitungan biaya produksi. Sistem biaya pesanan mengakumulasi biaya secara spesifik untuk setiap pesanan, sedangkan sistem biaya proses mengakumulasi biaya secara keseluruhan untuk proses produksi yang terjadi.

2. Elemen-elemen Pengendalian Internal:

Pengendalian internal adalah serangkaian tindakan dan kebijakan yang diterapkan oleh manajemen perusahaan untuk memastikan efektivitas operasional, pengamanan aset, kepatuhan terhadap peraturan, dan pencapaian tujuan perusahaan. Beberapa elemen penting dalam pengendalian internal adalah:

a. Lingkungan Pengendalian: Ini mencakup budaya perusahaan, etika, dan nilai-nilai yang diterapkan dalam organisasi. Lingkungan pengendalian yang baik menciptakan dasar yang kuat untuk implementasi pengendalian internal.

b. Penilaian Risiko: Perusahaan harus mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko yang dihadapi dalam operasionalnya. Dengan menilai risiko, perusahaan dapat merancang pengendalian internal yang sesuai untuk mengurangi risiko tersebut.

c. Kebijakan dan Prosedur: Perusahaan harus memiliki kebijakan dan prosedur yang jelas dalam setiap aspek operasionalnya. Hal ini membantu dalam mengarahkan karyawan dalam melaksanakan tugas mereka dengan benar dan konsisten.

d. Pengendalian Aktivitas Operasional: Pengendalian ini mencakup tindakan dan prosedur yang dirancang untuk memastikan efektivitas dan efisiensi operasional. Contohnya adalah pemisahan tugas, persetujuan transaksi, pemantauan kinerja, dan penggunaan teknologi informasi yang tepat.

e. Informasi dan Komunikasi: Sistem informasi yang baik dan komunikasi yang efektif sangat penting dalam pengendalian internal. Informasi harus akurat, relevan, dan dapat diakses oleh pihak yang berwenang. Komunikasi yang baik memastikan informasi yang diperlukan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh pihak penerima informasi yang relevan.

f. Pemantauan: Pengendalian internal harus dipantau secara berkala untuk memastikan efektivitasnya. Pemantauan dapat dilakukan melalui audit internal, evaluasi kinerja, atau penggunaan indikator kinerja kunci (Key Performance Indicators).

g. Tindakan Perbaikan: Jika ditemukan kelemahan dalam pengendalian internal, tindakan perbaikan harus diambil untuk memperbaiki masalah tersebut. Perusahaan harus responsif terhadap temuan dan merekomendasikan perubahan yang diperlukan untuk memperkuat pengendalian internal.

Dengan menerapkan elemen-elemen pengendalian internal yang kuat, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional, melindungi aset perusahaan, mengurangi risiko, dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

3. Jurnal terkait transaksi di atas adalah sebagai berikut:

TanggalKeteranganDebitKredit
Pembelian Saham PT. Jaya di PT. Abadi
Investasi Saham PT. AbadiRp280.000.000
Biaya Provisi SahamRp8.000.000
Biaya MateraiRp1.000.000
KasRp289.000.000
Pengumuman Pembagian Dividen oleh PT. Abadi
Pendapatan DividenRp7.000.000
Hutang DividenRp7.000.000
Laporan Laba Rugi PT. Abadi
Laba Bersih PT. AbadiRp10.500.000
Investasi Saham PT. AbadiRp10.500.000

FOLLOW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Postingan Terkait