Info Zonaku

Info Zonaku

Menganalisis Nilai Produksi Berdasarkan Nilai Elastisitas Produksi! Suatu proses produksi yang menggunakan input L dan input K untuk menghasilkan produk tertentu

ekonomi

Table of Contents

Di balik kerumunan aktivitas sehari-hari, tersembunyi kekuatan yang menggerakkan roda ekonomi. Dari pertukaran barang dan jasa hingga perputaran uang dan kegiatan bisnis, aktivitas ekonomi memainkan peran penting dalam membentuk dunia di sekitar kita. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai aspek dan dinamika aktivitas ekonomi, menggali ke dalam konsep dan teori yang mendasarinya, serta melihat dampaknya yang luas dalam kehidupan kita sehari-hari. Bersiaplah untuk merangkak lebih dalam ke dalam labirin ekonomi yang menarik ini, sambil memahami bagaimana interaksi kompleks antara konsumen, produsen, pasar, dan faktor-faktor lainnya membentuk fondasi perekonomian kita yang berkelanjutan.

1. Silahkan anda pahami kutipan artikel dibawah ini : ”Pengembangan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) banyak mengalami dukungan dari berbagai aspek. Seperti adanya program pendampingan dari unit kerja pemerintah maupun lembaga yang dibentuk oleh pemerintah daerah sebagai mitra yang memberikan pengetahuan dan pengalaman terhadap pelaku industry pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan mengadakan berbagai pelatihan, pembekalan, pembinaan, serta monitoring kepada para pelaku pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kemudian dari kualitas sumber daya manusia sendiri membuktikan bahwa kemampuan dan kreativitas pelaku pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dimiliki oleh setiap individu dapat menjadikan industri kreatif semakin diberdayakan.Potensi sumber daya alam Kabupaten Mamuju juga dapat menjadi faktor pendukung. Dengan mengetahui intensitas pemanfaatan sumber daya alam yang ada, maka strategi pengembangan didalam industri kreatif pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) harus memperhatikan aspek kebijakan pengelolaan sumberdaya alam yang dibutuhkan dalam industri tersebut”

Sumber : Pengaruh Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah terhadap Pertumbuhan EkonomiKabupaten Mamuju. Volume 1, No. 2, 2020

Pertanyaan : Berdasarkan artikel di atas, Anda diminta menjelaskan hubungan antara pelaku-pelaku dalam aktivitas ekonomi!

Jawab :

Berdasarkan artikel tersebut, terdapat hubungan antara pelaku-pelaku dalam aktivitas ekonomi, terutama dalam konteks pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Artikel tersebut menyebutkan beberapa aspek yang mendukung pengembangan UMKM.

  1. Program Pendampingan: Unit kerja pemerintah dan lembaga yang dibentuk oleh pemerintah daerah memberikan program pendampingan kepada pelaku UMKM. Melalui program ini, pelaku UMKM mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari mitra-mitra tersebut. Program pendampingan ini mencakup pelatihan, pembekalan, pembinaan, dan monitoring.
  2. Kualitas Sumber Daya Manusia: Artikel menyebutkan bahwa kemampuan dan kreativitas pelaku UMKM memiliki peran penting dalam mengembangkan industri kreatif. Setiap individu yang terlibat dalam UMKM dapat memberikan kontribusi dengan kemampuan dan kreativitas yang dimiliki.
  3. Potensi Sumber Daya Alam: Artikel juga menyebutkan bahwa potensi sumber daya alam di Kabupaten Mamuju dapat menjadi faktor pendukung pengembangan UMKM. Penting untuk memahami intensitas pemanfaatan sumber daya alam yang ada dalam strategi pengembangan industri kreatif UMKM. Aspek kebijakan pengelolaan sumber daya alam juga perlu diperhatikan dalam industri tersebut.

Dengan demikian, hubungan antara pelaku-pelaku dalam aktivitas ekonomi terlihat dalam upaya pengembangan UMKM. Program pendampingan dari pemerintah dan lembaga, kualitas sumber daya manusia, serta potensi sumber daya alam menjadi faktor-faktor yang saling terkait dan berkontribusi dalam pengembangan industri UMKM.

2.

Pertanyaan :

Perhatikan kurva di atas! Berdasarkan kurva di atas, Anda diminta untuk menganalisis tingkat kepuasankonsumen dengan pendekatan nilai guna (utilitas) kardinal/ordinal!

Jawab:

  • jika harga barang adalah Px, maka tingkat kepuasan maksimal konsumen tercapai ketika konsumsi sebesar X1 (titik A).
  • dengan harga yang sama, bila konsumsi dilakukan sebesar X3, maka kepuasan konsumen tidak akan maksimal (titik B), karena konsumen masih bisa mengkonsumsi lebih banyak (sebesar garis yang menghubungkan B dan A).
  • demikian juga saat konsumsi sebesar X2, kepuasan maksimal tidak akan tercapai (titik D), karena konsumen mengeluarkan pengorbanan yang lebih besar (titik E) daripada yang ia dapatkan (selisihnya sebesar garis yang menghubungkan D dengan E).
  • jika harga barang naik dari Px menjadi Px’, maka untuk mencapai tingkat kepuasan maksimal, konsumen mesti mengurangi konsumsi dari X1 menjadi X4 (titik F).

Dari contoh diatas bisa disimpulkan bahwa total kepuasan maksimal (maximum total utility) hanya akan tercapai ketika konsumsi unit terakhir dari suatu barang (yang juga adalah harga unit terakhir suatu barang atau Px) mencapai titik yang sama dengan tambahan kepuasan maksimal dari konsumsi unit terakhir tersebut (bersinggungan dengan kurva marginal utility atau MUX).

3. Kasus :

Suatu proses produksi yang menggunakan input L dan input K untuk menghasilkan produk tertentu. Dalam proses produksi tersebut, input L sebagai input variabel dan input K sebagai input tetap pada tingkat 20 unit. Persamaan produksi total yang dihasilkan dari proses produksi tersebut ditunjukkan oleh persamaan: Q = 6L + 20. Berdasarkan informasi tersebut, jika produsen menambah tenaga kerja satu orang, yakni dari 9 orang menjadi 10 orang, berapa produksi marjinal L (MPL) pada tingkat penggunaan input tenaga kerja (L) jika sebanyak 10 orang.

Pertanyaan :

Silahkan Anda pahami kasus di atas. Berdasarkan kasus di atas, Anda diminta untuk menganalisis nilai produksi berdasarkan nilai elastisitas produksi!

Jawab :

Jika sebelumnya Q1 adalah produksi dengan 9 orang tenaga kerja, maka:

Q1 = 6L + 20 (dengan L = 9)

Q1 = 6(9) + 20 Q1 = 54 + 20

Q1 = 74

Jika sekarang kita memiliki 10 orang tenaga kerja, maka:

Q2 = 6L + 20 (dengan L = 10)

Q2 = 6(10) + 20

Q2 = 60 + 20 Q2 = 80

Perubahan produksi adalah Q2 – Q1:

Perubahan produksi = 80 – 74

Perubahan produksi = 6

4. Kasus 1 :

Pasar sepeda motor yang di Indonesia hanya dikuasai oleh Honda, Suzuki, Kawasaki, Piaggio, dan Yamaha. Meskipun barang yang dijual perusahaan-perusahaan itu sama-sama,yaitu sepeda motor, produk keluarannya di pasar memiliki model dan spesifikasi berlainan.

Kasus 2 :

Pembeli tidak memiliki alternatif pilihan meskipun harga barang dirasa mahal.Selain itu produsen bisa saja menetapkan harga dengan mengurangi atau meningkatkan produksi sehingga produksi tidak dilakukan secara optimum dan efisien.Lebih jauh,jika tidak diawasi maka produsen juga bisa saja melakukan eksploitasi demi mendapat keuntungan besar.

Kasus 3 :

pasar dengan struktur terdiri dari banyak penjual dan pembeli, yang sama-sama tahu keadaan pasar tapi tak bisa memengaruhinya, sehingga interaksi antara kegiatan penawaran dan permintaan bisa menentukan harga.Produk.barang yang diperdagangkan serba sama(homogen) dimana konsumen bisa memahami sepenuhnya keadaan pasar.

Kasus 4:

Sabun, shampoo, berbagai merk shampo dan sabun yang dapat kita temukan yang memiliki ciri khas sendiri dengan produsen yang berbeda. Dari sekian banyak merek sabun atau shampoo yang ada, mungkin kita akan memilih satu produk yang sesuai dengan kebutuhan kita baik dari wangi maupun kandungan yang terdapat dalam produk.

Pertanyaan :

Berdasarkan kasus di atas, Anda diminta untuk menganalisis perbedaan pasar persaingan sempurna, monopoli, oligopoli dan monopolistik!

Jawab :

  1. Pasar Persaingan Sempurna: Kasus 3 mencerminkan pasar persaingan sempurna. Pada pasar ini, terdapat banyak penjual dan pembeli yang tidak memiliki kekuatan untuk memengaruhi harga. Produk yang diperdagangkan adalah homogen, yang berarti produk-produk tersebut serupa dan konsumen memiliki pemahaman penuh tentang keadaan pasar. Interaksi antara penawaran dan permintaan menentukan harga. Tidak ada produsen tunggal atau kelompok produsen yang memiliki kekuatan pasar yang signifikan.
  2. Monopoli: Kasus 1 menggambarkan monopoli. Dalam monopoli, pasar dikuasai oleh satu produsen tunggal atau kelompok produsen yang memiliki kontrol penuh atas penawaran produk. Dalam kasus ini, Honda, Suzuki, Kawasaki, Piaggio, dan Yamaha menguasai pasar sepeda motor di Indonesia. Produsen monopoli memiliki kekuatan untuk menetapkan harga dan mengendalikan produksi tanpa adanya persaingan yang signifikan. Pembeli tidak memiliki banyak alternatif dan produsen dapat mencapai keuntungan besar melalui eksploitasi.
  3. Oligopoli: Kasus 4 mencerminkan oligopoli. Oligopoli terjadi ketika pasar dikuasai oleh beberapa produsen yang menawarkan produk dengan perbedaan ciri khas. Dalam kasus ini, berbagai merek sabun dan shampoo hadir dengan ciri khas dan produsen yang berbeda. Meskipun terdapat beberapa produsen, mereka memiliki kontrol yang signifikan atas pasar dan berpotensi melakukan tindakan koordinasi harga atau strategi pemasaran. Pembeli memiliki beberapa pilihan, tetapi terbatas pada merek-merek tertentu.

Monopolistik: Kasus 2 mencerminkan pasar monopolistik. Pada pasar monopolistik, terdapat banyak produsen yang menawarkan produk yang memiliki perbedaan dalam hal model, spesifikasi, dan atribut lainnya. Pembeli mungkin merasa terbatas dalam alternatif pilihan, namun produsen masih bersaing satu sama lain dalam hal keunggulan produk. Produsen dapat mempengaruhi harga melalui perubahan produksi dan meningkatkan keuntungan. Namun, dalam jangka panjang, persaingan produk yang serupa tetap ada.

FOLLOW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Postingan Terkait