Info Zonaku

Info Zonaku

Tentukan besarnya input A dan input B yang harus digunakan agar perusahaan tersebut berproduksi pada tingkat biaya terendah ( leas cost combination)

produksi

Table of Contents

Dalam ekonomi mikro, produksi pada tingkat biaya terendah dan memperoleh keuntungan maksimum merupakan tujuan utama bagi para produsen. Untuk mencapai tujuan tersebut, produsen perlu memahami hubungan antara input yang digunakan dan output yang dihasilkan.

Pada artikel ini, kami akan membahas bagaimana produsen dapat menentukan kombinasi input A dan input B yang optimal untuk mencapai tingkat biaya produksi terendah. Selain itu, kami akan mengungkapkan tingkat harga output yang menghasilkan keuntungan maksimum bagi produsen.

  1. Tabel dibawah ini menunjukkan produksi marginal (MP) dari input A dan input B yang digunakan dalam satu proses produksi

2. Dalam  biaya produksi jangka Panjang dikenal istilah “kurva amplop

  1. Gambarkan kurva amplop tersebut
  2. Jelaskan karakteristik terbentuknya kurva amplop tersebut

Sebuah pabrik lampu beroperasi dalam jangka pendek dengan ongkos tetap total ( TFC) sebesar $. 120  sedangkan ongkos variable total (TVC) nya ditunjukkan oleh persamaan

Pertanyaan :

  1. Susunlah persamaan biaya total 
  2. Apabila bola dijual $. 10 per buah, tentukan berapa jumlah bola yang harus diproduksi agar mendapatkan keuntungan maksimal
  3. Tentukan keuntungan maksimum yang diperoleh

Tentukan jumlah bola yang diproduksi pada tingkat pulang pokok ( break -even)

Jelaskan apa yang dimaksud dengan istilah “Non- price competition” .  mengapa hal tersebut perlu dilakukan ? berikan contohnya

2.

“Non-price competition” mengacu pada strategi pemasaran dan upaya perusahaan untuk bersaing dalam pasar tidak hanya melalui penentuan harga produk atau layanan, tetapi juga melalui faktor-faktor lain seperti kualitas, merek, inovasi produk, pelayanan pelanggan, promosi, desain produk, pengalaman pelanggan, dan faktor-faktor lain yang tidak terkait langsung dengan harga.

Hal ini perlu dilakukan karena dalam banyak kasus, persaingan hanya berdasarkan harga dapat menjadi tidak berkelanjutan dan merugikan bagi perusahaan. Saat perusahaan hanya berfokus pada penurunan harga sebagai satu-satunya strategi bersaing, ini dapat mengurangi keuntungan perusahaan, mengarah pada perang harga yang merusak, dan menciptakan persepsi rendah terhadap kualitas produk atau layanan. Selain itu, dalam beberapa pasar di mana ada keterbatasan dalam penurunan harga, perusahaan harus mencari cara lain untuk menarik pelanggan dan membedakan diri dari pesaing.

Berikut adalah contoh-contoh non-price competition:

  1. Kualitas Produk: Perusahaan fokus pada meningkatkan kualitas produk atau layanan mereka untuk membedakan diri dari pesaing. Mereka dapat menggunakan bahan baku yang lebih baik, teknologi yang lebih maju, proses manufaktur yang lebih efisien, atau fitur unik pada produk mereka.
  2. Pelayanan Pelanggan: Perusahaan memberikan pelayanan pelanggan yang unggul dan pengalaman positif kepada pelanggan. Ini dapat mencakup layanan purna jual yang baik, dukungan teknis, kecepatan respons, atau personalisasi dalam interaksi dengan pelanggan.
  3. Inovasi Produk: Perusahaan mengembangkan produk baru atau meningkatkan produk yang ada dengan inovasi yang menarik dan berguna bagi pelanggan. Inovasi dapat berupa fitur tambahan, desain yang menarik, atau fungsi yang lebih baik.
  4. Merek dan Citra Perusahaan: Perusahaan membangun merek yang kuat dengan citra yang positif di mata pelanggan. Merek yang kuat dapat membantu menciptakan persepsi nilai yang tinggi dan kepercayaan pelanggan terhadap produk atau layanan perusahaan.
  5. Promosi dan Iklan: Perusahaan melakukan kampanye promosi dan iklan yang efektif untuk menjangkau pelanggan potensial. Ini dapat melibatkan iklan televisi, iklan online, kampanye media sosial, atau strategi promosi kreatif lainnya.

FOLLOW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Postingan Terkait