Info Zonaku

Info Zonaku

Merupakan Pilar Terpenting Dalam Perekonomian Indonesia Transformasi Industri Perbankan dan Peran Lembaga Keuangan Non-Bank: Menghadapi Tantangan Global UMKM

Table of Contents

pixabay.com

Dalam era globalisasi yang semakin berkembang pesat, industri perbankan dan lembaga keuangan non-bank memainkan peran penting dalam perekonomian global. Bank dan lembaga keuangan non-bank menjadi pilar utama dalam menyediakan layanan keuangan, memfasilitasi investasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, dengan perubahan yang cepat dalam lingkungan bisnis dan kemajuan teknologi, sektor keuangan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Untuk itu, diperlukan pemahaman yang mendalam tentang peran, tren, dan tantangan yang dihadapi oleh bank dan lembaga keuangan non-bank saat ini.

Artikel ini akan membahas transformasi industri perbankan dan peran penting lembaga keuangan non-bank dalam menghadapi tantangan global. Kami akan menjelajahi peran bank sebagai institusi tradisional dalam menyediakan layanan perbankan, meliputi peminjaman, investasi, dan pengelolaan risiko. Selain itu, akan dibahas juga peran yang semakin penting dimainkan oleh lembaga keuangan non-bank, seperti perusahaan asuransi, perusahaan modal ventura, dana pensiun, dan lembaga keuangan mikro.

Tidak hanya itu, artikel ini juga akan menyoroti peran teknologi dalam transformasi industri perbankan dan lembaga keuangan non-bank. Perkembangan fintech, blockchain, kecerdasan buatan, dan big data telah mengubah lanskap keuangan global, memberikan peluang baru namun juga menghadirkan tantangan baru.

Dalam konteks yang terus berubah ini, penting bagi bank dan lembaga keuangan non-bank untuk beradaptasi dan mengambil langkah-langkah inovatif dalam menjawab tuntutan pasar yang semakin kompleks. Mereka perlu membangun ketahanan, memperkuat kepatuhan terhadap regulasi, meningkatkan efisiensi operasional, dan memberikan layanan yang lebih responsif dan inklusif bagi masyarakat.

Dengan memahami dan menggali lebih dalam tentang peran, tren, dan tantangan yang dihadapi oleh bank dan lembaga keuangan non-bank, kita dapat mendapatkan wawasan yang lebih baik tentang bagaimana industri keuangan dapat terus bertransformasi dan berkontribusi dalam menhttps://infozonaku.com/wp-content/uploads/2022/03/Image_Placeholder_3-131220211647-8.jpgg pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

1. UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Jumlah UMKM di Indonesia yakni sebesar 64,19 juta, di mana komposisi Usaha Mikro dan Kecil sangat dominan yakni 64,13 juta atau sekitar 99,92% dari keseluruhan sektor usaha. Pemerintah gencar melakukan berbagai upaya dalam mempercepat laju pertumbuhan dan perbaikan ekonomi nasional yang berkaitan dengan laju pertumbuhan industry dan juga usaha termasuk UMKM. Namun pandemi Covid-19 menyebabkan perlambatan dan kemacetan dalam aktivitas bisnis serta kelumpuhan di banyak industri dan usaha masyarakat sehingga tidak sedikit usaha yang kesulitan dalam hal permodalan, dan juga ketidakmampuan untuk memenuhi kewajiban dalam pembayaran utang.

Diminta:

1. Jelaskan kegiatan usaha Bank Syariah!

2. Pelaksanaan kegiatan Operasional Bank Syariah di indonesia apakah yang mendukung percepatan laju pertumbuhan dan perbaikan ekonomi?

3. Jelaskan upaya pencegahan Bank pada kemungkinan pembiayaan yang bermasalah paska pandemi?

Jawab :

  1. Bank Syariah adalah institusi keuangan yang beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip syariah atau hukum Islam. Kegiatan usaha Bank Syariah mencakup berbagai layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah, seperti pembiayaan, investasi, tabungan, dan berbagai produk dan jasa perbankan lainnya. Bank Syariah beroperasi dengan prinsip bagi hasil (profit sharing) dan melibatkan transaksi berdasarkan prinsip syariah, seperti mudharabah (bagi hasil antara investor dan pengelola), musyarakah (usaha patungan), murabahah (pembiayaan dengan skema jual beli), dan lain-lain.
  2. Pelaksanaan kegiatan operasional Bank Syariah di Indonesia dapat mendukung percepatan laju pertumbuhan dan perbaikan ekonomi dengan beberapa cara berikut ini:

a.  Memberikan akses keuangan kepada UMKM: Bank Syariah dapat memberikan pembiayaan dan layanan keuangan kepada UMKM yang merupakan sektor ekonomi yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Dengan menyediakan pembiayaan yang sesuai dengan prinsip syariah, Bank Syariah dapat membantu UMKM untuk mengembangkan bisnis mereka dan meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

b.  Memfasilitasi investasi dalam sektor produktif: Bank Syariah dapat memfasilitasi investasi dalam sektor produktif yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Misalnya, bank dapat menyediakan pembiayaan bagi proyek-proyek infrastruktur, sektor pertanian, industri kreatif, dan sektor-sektor lain yang memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

c.  Menhttps://infozonaku.com/wp-content/uploads/2022/03/Image_Placeholder_3-131220211647-8.jpgg inklusi keuangan: Bank Syariah dapat berperan dalam menhttps://infozonaku.com/wp-content/uploads/2022/03/Image_Placeholder_3-131220211647-8.jpgg inklusi keuangan dengan memberikan akses keuangan kepada masyarakat yang sebelumnya tidak terjangkau oleh sektor perbankan konvensional. Dengan memberikan layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah, Bank Syariah dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

d. Menyediakan produk dan layanan inovatif: Bank Syariah dapat berperan dalam mengembangkan produk dan layanan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masyarakat. Misalnya, bank dapat menyediakan pembiayaan mikro dan produk tabungan syariah yang memberikan manfaat dan keuntungan sesuai dengan prinsip syariah, sehingga dapat meningkatkan minat dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan perbankan syariah.

  • Untuk menghadapi kemungkinan pembiayaan yang bermasalah pasca pandemi, bank memiliki beberapa upaya pencegahan berikut:

a. Evaluasi risiko kredit yang ketat: Bank melakukan evaluasi risiko kredit yang lebih ketat untuk memastikan bahwa peminjam memiliki kemampuan dan kelayakan untuk melunasi kewajiban finansial mereka. Ini dilakukan dengan menganalisis profil risiko peminjam, kemampuan bisnis untuk menghadapi dampak ekonomi yang tidak pasti, dan melibatkan analisis keuangan yang lebih mendalam.

b. Pengawasan dan pemantauan yang intensif: Bank melakukan pemantauan yang lebih intensif terhadap kualitas portofolio pembiayaan mereka pasca pandemi. Ini dilakukan dengan melakukan pemantauan berkala terhadap kinerja keuangan peminjam, mengidentifikasi tanda-tanda pembiayaan yang bermasalah, dan mengambil tindakan segera untuk mengurangi risiko.

c. Penyediaan program restrukturisasi: Bank dapat menyediakan program restrukturisasi bagi peminjam yang mengalami kesulitan keuangan akibat pandemi. Program restrukturisasi ini dapat melibatkan penundaan pembayaran, perpanjangan jangka waktu, atau penyesuaian lainnya agar peminjam dapat tetap melunasi kewajiban mereka dengan cara yang lebih sesuai dengan kondisi keuangan mereka.

d. Peningkatan literasi keuangan: Bank dapat meningkatkan literasi keuangan masyarakat dengan menyediakan edukasi dan informasi mengenai manajemen keuangan yang baik, pengelolaan utang, dan praktik keuangan yang sehat. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat mengenai pentingnya mengelola keuangan dengan bijak dan menghindari risiko pembiayaan yang bermasalah.

2.  Dalam kaitanya dengan kasus Bank Century tahun 2009 terdapat beberapa pelangaaran kebijakan dan perundang undangan diantaranya yaitu pelanggaran atas pemberian fasilitas surat utang atau Letter of credit (L/C) Bank Century kepada 10 debitur, kemudian pemberian kredit kepada debitur yang bersifat fiktif seperti L/C yang diajukan Bank Century terhadap impor oleh PT Sakti Persada Raya yang kenyataanya impor tersebut tidak ada. Adanya penggelapan dana milik Bank Century oleh Dewi Tantular serta pelanggaran perbankan dalam hal pencucian uang (money laundering). Berdasarkan aturan POJK No. 4 Tahun 2016 mengenai faktor-faktor penilaian tingkat kesehatan bank salah satunya adalah profil risiko (risk profile) yang didalamnya memuat resiko operasional. Bank Century merupakan salah satu Bank yang tidak memenuhi kriteria Bank yang sehat.

Diminta:

1. Berikan analisis anda, apa resiko operasional yang dimaksud?

2. Apa saja yang menjadi parameter atau Indikator Penilaian risiko inheren operasional?

3. Jelaskan salah satu sumber atau penyebab terjadinya Risiko operasional pada kasus Bank Century!

Jawab :

  1. Resiko operasional yang dimaksud adalah resiko yang timbul dari kegagalan proses internal, sistem, atau orang dalam suatu lembaga keuangan. Resiko operasional dapat berasal dari kegagalan operasional, kecurangan, kesalahan manusia, gangguan teknologi, atau peristiwa eksternal yang dapat menyebabkan kerugian keuangan atau reputasi bagi bank tersebut. Dalam kasus Bank Century, terdapat beberapa resiko operasional yang terjadi, seperti pemberian fasilitas surat utang kepada debitur yang tidak memenuhi persyaratan atau tidak memiliki dasar yang jelas, pemberian kredit kepada debitur fiktif, penggelapan dana oleh Dewi Tantular, dan pelanggaran perbankan terkait pencucian uang.
  2. Beberapa parameter atau indikator penilaian risiko inheren operasional yang digunakan dalam mengevaluasi tingkat kesehatan bank, termasuk dalam POJK No. 4 Tahun 2016, antara lain:

a. Kompleksitas operasional: Evaluasi tingkat kompleksitas operasional bank, termasuk berdasarkan jumlah dan variasi produk dan layanan yang disediakan, kompleksitas struktur organisasi, dan kompleksitas proses operasional yang dilakukan.

b. Kualitas manajemen: Menilai kemampuan manajemen bank dalam mengelola risiko operasional, termasuk kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan, pemantauan dan pengendalian yang dilakukan, serta kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

c. Sistem dan teknologi: Evaluasi sistem informasi dan teknologi yang digunakan oleh bank, termasuk keandalan, keamanan, dan ketersediaan sistem yang digunakan dalam menjalankan operasional bank.

d. Kualitas sumber daya manusia: Menilai kecukupan dan keahlian sumber daya manusia yang ada dalam menjalankan operasional bank, termasuk pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi risiko operasional serta kepatuhan terhadap tata nilai dan etika bisnis.

e. Kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan: Mengukur sejauh mana bank mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, termasuk aturan terkait manajemen risiko operasional dan upaya pencegahan pencucian uang.

  • Salah satu sumber atau penyebab terjadinya risiko operasional pada kasus Bank Century adalah adanya praktik yang melanggar aturan dan prosedur dalam pemberian kredit serta pengelolaan dana. Pemberian fasilitas surat utang atau Letter of Credit (L/C) kepada debitur tanpa memenuhi persyaratan yang jelas, termasuk pemberian kredit kepada debitur fiktif, mengindikasikan kegagalan dalam menerapkan prosedur yang ketat dalam penilaian risiko kredit. Selain itu, penggelapan dana oleh Dewi Tantular menunjukkan kelemahan dalam pengendalian dan pemantauan internal yang memungkinkan terjadinya penyalahgunaan dan kecurangan. Pelanggaran perbankan terkait pencucian uang juga menunjukkan kegagalan dalam menerapkan prosedur yang efektif untuk mencegah transaksi keuangan yang mencurigakan. Faktor-faktor ini menyebabkan terjadinya risiko operasional yang signifikan pada Bank Century dan berkontribusi terhadap ketidaksehatan bank tersebut.

3. Menurut anda apakah yang menjadi latar belakang dibentuknya Bank Dunia? Mengapa Bank Dunia diperlukan padahal pada faktanya di setiap negara telah memiliki banyak sektor perbankan yang dapat menopang dan mode penggerak ekonomi di masing-masing negara?

Jawab :

Latar belakang dibentuknya Bank Dunia, yang secara resmi dikenal sebagai Grup Bank Dunia atau World Bank Group, adalah untuk menyediakan bantuan finansial dan teknis kepada negara-negara berkembang guna menhttps://infozonaku.com/wp-content/uploads/2022/03/Image_Placeholder_3-131220211647-8.jpgg pembangunan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Bank Dunia diperlukan meskipun setiap negara memiliki sektor perbankan sendiri:

  1. Skala dan Sumber Daya yang Besar: Bank Dunia memiliki akses terhadap sumber daya keuangan yang besar, termasuk kontribusi dari negara anggota dan pendanaan melalui penerbitan obligasi internasional. Dengan skala dan sumber daya yang besar ini, Bank Dunia dapat memberikan bantuan yang signifikan kepada negara-negara yang membutuhkan, yang mungkin melebihi kapasitas sektor perbankan domestik.
  2. Fokus pada Pembangunan dan Pengentasan Kemiskinan: Salah satu peran utama Bank Dunia adalah menhttps://infozonaku.com/wp-content/uploads/2022/03/Image_Placeholder_3-131220211647-8.jpgg pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan mengurangi kemiskinan di negara-negara berkembang. Bank Dunia memberikan pinjaman dan bantuan teknis untuk proyek-proyek pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, dan sektor-sektor lain yang penting untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
  3. Pengetahuan dan Pengalaman yang Mendalam: Bank Dunia memiliki akses ke pengetahuan dan pengalaman yang mendalam dalam berbagai aspek pembangunan ekonomi. Mereka mengumpulkan dan menganalisis data, melakukan riset, dan menyediakan saran kebijakan kepada negara-negara anggota. Bank Dunia juga memfasilitasi pertukaran pengetahuan antarnegara anggota, mempromosikan praktik terbaik, dan memberikan dukungan teknis untuk memperkuat kapasitas institusi dan sektor-sektor penting.
  4. Mitigasi Risiko dan Stabilitas Keuangan: Bank Dunia juga berperan dalam mitigasi risiko dan stabilitas keuangan global. Mereka memberikan dukungan finansial dalam situasi darurat, seperti bencana alam atau krisis ekonomi, yang dapat membantu negara-negara mengatasi kesulitan dan mempertahankan stabilitas ekonomi. Selain itu, Bank Dunia juga memberikan bantuan dalam pemulihan pasca-konflik atau pasca-krisis, membantu negara-negara membangun kembali infrastruktur dan ekonomi mereka.

Meskipun setiap negara memiliki sektor perbankan domestik yang penting dalam menggerakkan ekonomi, Bank Dunia memiliki peran yang unik dan komplementer dalam menyediakan bantuan finansial dan teknis kepada negara-negara berkembang. Mereka mampu memberikan dukungan yang lebih luas, mendalam, dan berkelanjutan dalam upaya pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan stabilitas global.

FOLLOW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Postingan Terkait